Pertemuan Terkait SLBM Desa Gemaharjo

Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat merupakan salah satu program yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Sasaran dari program ini adalah masyarakat yang di lingkungannya belum memiliki fasilitas sanitasi yang layak. Tidak adanya fasilitas sanitasi ini menyebabkan masyarakat melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Indonesia sendiri dalam rangka menuju Milenium Development Gold terus mengembangkan program-program sanitasi yang berbasis masyarakat dengan harapan Indonesia akan bebas dari BABS di era Milenium Development Gold. Di tahun 2014 melalui Kementrian PU melaksanakan program SLBM di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan sasaran desa-desa yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.

GAMBARAN UMUM

  • Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat merupakan pengembangan SANIMAS (Sanitasi berbasis Masyarakat).
  • Kegiatan SLBM berupa pengembangan prasarana dan sarana air limbah komunal, fasilitas pengurangan sampah dengan pola 3R (reduce, reuse dan recycle) dan pengembangan prasarana dan sarana drainase mandiri berwawasan lingkungan.

RINSIP DASAR

  • Pendekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.
  • Kontribusi pendanaan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
  • Pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah sanitasi di lingkungannya.
  • Peran serta masyarakat sejak perencanaan, pelaksanaan pembangunan hingga pemanfaatan dan perawatan.

SLBM DESA GEMAHARJO

Khususnya di Desa Gemaharjo, SLBM Desa sudah ada sejak tahun 2016 dan menjadi satu lingkungan dengan Masjid Desa Gemaharjo.

Seiring dengan pergantian tahun, digelar pertemuan di Balai Desa Gemaharjo dalam rangka Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Tahun 2017 dan Penyusunan Program Kerja SLBM Tahun 2018. Pertemuan ini dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri dari Kepala Desa beserta perangkat, Kepala Dusun, Pengelola SLBM, Dewan Kemakmuran Masjid, Ketua BPD, LPMD, dan Karang Taruna beserta perwakilan anggota.

Dalam pertemuan ini disampaikan Laporan Pelaksanaan Program SLBM Tahun 2017 yang disampaikan oleh Ketua Pengelola SLBM yaitu Bapak Junaedi, yang diantaranya terkait tentang beberapa hal berikut:

  1. SLBM telah beejalan sejak tahun pertengahan 2016, dalam jangka waktu kurang lebih 1 tahun 6 bulan.
  2. Perlu adanya perbaikan sarpras.
  3. Perencanaan program harus disesuaikan dengan dana.
  4. Kebersihan terjaga namun tetap perlu ditingkatkan.

    Laporan Ketua Pengelola SLBM

Selain itu disampaikann pula laporan keuangan SLBM selama tahun 2017oleh Bapak Muryanto selaku bendahara, antara lain:

  1. Pemasukan Dana sebesar Rp. 35.125.000
  2. Pengeluaran Dana sebesar Rp. 34.929.500 yang dirinci untuk keperluan sebagai berikut:
  • Belanja Bahan
  • Penyempurnaan Toilet
  • Kas Masjid
  • Kas Desa
  • Honorarium Petugas Kebersihan

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan